Menjajal FoodBOX, Makanan Gratis buat Masyarakat Miskin

SADAR masih jumlahnya warga kurang dapat, basis donasi Kitabisa berinisiasi membuat FoodBOX untuk bagi makanan gratis di rumah sakit. Usaha ini telah digerakkan semenjak 14 Oktober 2019 serta Rumah Sakit Evasari Jakarta jadi tempat pertama peletakan mesin itu. Makanan yang disiapkan di mesin itu datang dari donasi warga. Jadi, makin banyak donasi yang masuk, makin banyak juga makanan yang akan disiapkan untuk pasien kurang dapat. Terdapatnya mesin makanan gratis ini juga menggerakkan warga untuk lebih perduli pada warga lain."Tujuannya adalah sediakan minuman dan makanan gratis untuk masyarakat kurang dapat.



Fara meneruskan, sehari-harinya FoodBOX akan diisi 50 boks makanan yang dapat diambil oleh siapa juga yang memerlukan di rumah sakit. Nah, Sekolah Relawan yang selanjutnya bekerja untuk isi FoodBOX sehari-harinya dengan makanan yang tentu saja telah sesuai standard rumah sakit.

"Sampai hari ini baru berada di satu rumah sakit yakni RS Evasari Jakarta, tetapi dalam tempo dekat akan diletakkan di dua rumah sakit yang lain, tetapi Kitabisa belum dapat terangkan di mananya," sambungnya.Kehadiran FoodBOX ini, kata Fara, diinginkan bisa mengurangi beban pengeluaran seharian keluarga pasien. Tidak itu saja, Kitabisa ingin menolong pastikan konsumsi makanan yang diterima keluarga pasien masih terbangun secara baik.Berdasarkan penilaian Okezone di RS Evasari Jakarta, alat ini diletakkan di lantai fundamen.

FoodBOX sendiri bukan seperti 'vending machine' yang perlu Anda input uang selanjutnya keluar makanannya. Tetapi seperti almari makanan biasa yang tinggal dibuka setiap saat. Makanan yang di taruh disana masih cukup hangat serta diyakinkan telah sesuai dengan standard rumah sakit.

Seperti diterangkan Business Development RS Evasari dr. Stephen Marciano, tiap makanan yang hadir ke rumah sakit akan dicoba lebih dulu oleh pakar gizi rumah sakit. Ini dikerjakan jadi bentuk pertanggung jawaban rumah sakit.

"Kami mengambil satu boks makanan jadi pertanggungjawaban Kitabisa. Jadi, jika ada apa-apa, kita punyai sample yang dapat ditest. Tetapi, Alhamdulillah sepanjang FoodBOX ini berada di sini, tidak ada laporan masalah," tutur dr Stephen.

Okezone cukup ingin tahu mengapa baru ada satu FoodBOX semacam ini serta mengapa RS Evasari Jakarta yang dipilih jadi tempat peletakan pertama-tama. Menjawab hal itu, Fara menerangkan, sebetulnya faksinya telah coba ajak kerjasama banyak rumah sakit, hanya memang RS Evasari yang perkembangannya cepat.

"Tidak hanya yang paling cepat sepakat, pemilihan rumah sakit ini sebab disana banyak pasien BPJS-nya yang jadi sasaran penting FoodBOX ini ada, menolong warga kurang dapat," jawab Fara.

Ia memberikan tambahan, nantinya FoodBOX akan diletakkan di rumah sakit yang lain, sebab ketertarikan rumah sakit yang mengagumkan. Cuma memang permasalahan perizinan yang memerlukan waktu, hingga harus menanti.

Di lain sisi, dr Stephen coba menjelaskan mengapa RS Evasari Jakarta demikian semangat menyongsong program Kitabisa ini. Menurut dia, arah dari pergerakan ini ialah membantu keperluan pasien, dan jadi jembatan pergerakan baik pada warga.

"Rantai kebaikan ini juga bukan sekedar menyinggung memberi makanan, tetapi adanya alat ini warga yang dapat atau mempunyai rejeki semakin dapat turut berdonasi. Jadi, kami lihat ini pekerjaan positif, karena itu kami benar-benar junjung," tutur dr Stephen.

Ia meneruskan, untuk yang ingin berdonasi langsung bisa menyimpan uang di mesin. Tetapi, jika Anda terhitung generasi cashless, mesin juga sediakan 'barcode' yang dapat di-scan. Dokter Stephen mengharap, rantai kebaikan ini selalu berjalan serta sesuai arah intinya, dapat menolong sebanyaknya orang.

Bila lihat lebih dekat, makanan gratis yang diberikan di mesin ini cukup komplet. Anda dapat lihat disana ada nasi, protein berbentuk daging ayam, sayuran, serta buah. Bagian komplet sesuai kecukupan gizi harian.

Tetapi, Okezone ingin tahu dengan jumlahnya kalori dari makanan yang disiapkan di FoodBOX itu. Menjawab rasa ingin tahu itu, Koordinator Gizi RS Evasari Jakarta Nurbaiti coba menjelaskan satu demi satu kalori dari menu yang diberikan.

"Jika saya lihat, satu bagian makanan yang diberikan dari Kitabisa ini kalorinya komplet. Ini telah memenuhi keperluan gizi makan siang orang biasanya," jelas wanita yang sering dipanggil Beti itu.

Ia coba merincikan kalori per menu makanan. Disana ada nasi 200 gr (800 kalori), protein hewaninya ialah semur ayam 70 gr (95 kalori), cah buncis jagung putren 100 gr (50 kalori), serta buahnya ialah jeruk utuh 50 gr (20 kalori). Jadi, keseluruhan prediksi kalorinya adalah 965 kalori.

Berdasarkan penilaian Okezone di RS Evasari Jakarta, alat ini diletakkan di lantai fundamen. FoodBOX sendiri bukan seperti 'vending machine' yang perlu Anda input uang selanjutnya keluar makanannya. Tetapi seperti almari makanan biasa yang tinggal dibuka setiap saat. Makanan yang di taruh disana masih cukup hangat serta diyakinkan telah sesuai dengan standard rumah sakit.

Seperti diterangkan Business Development RS Evasari dr. Stephen Marciano, tiap makanan yang hadir ke rumah sakit akan dicoba lebih dulu oleh pakar gizi rumah sakit. Ini dikerjakan jadi bentuk pertanggung jawaban rumah sakit.

"Kami mengambil satu boks makanan jadi pertanggungjawaban Kitabisa. Jadi, jika ada apa-apa, kita punyai sample yang dapat ditest. Tetapi, Alhamdulillah sepanjang FoodBOX ini berada di sini, tidak ada laporan masalah," tutur dr Stephen.

Cukup ingin tahu mengapa baru ada satu FoodBOX semacam ini serta mengapa RS Evasari Jakarta yang dipilih jadi tempat peletakan pertama-tama. Menjawab hal itu, Fara menerangkan, sebetulnya faksinya telah coba ajak kerjasama banyak rumah sakit, hanya memang RS Evasari yang perkembangannya cepat.

"Tidak hanya yang paling cepat sepakat, pemilihan rumah sakit ini sebab disana banyak pasien BPJS-nya yang jadi sasaran penting FoodBOX ini ada, menolong warga kurang dapat," jawab Fara.

Ia memberikan tambahan, nantinya FoodBOX akan diletakkan di rumah sakit yang lain, sebab ketertarikan rumah sakit yang mengagumkan. Cuma memang permasalahan perizinan yang memerlukan waktu, hingga harus menanti.

Di lain sisi, dr Stephen coba menjelaskan mengapa RS Evasari Jakarta demikian semangat menyongsong program Kitabisa ini. Menurut dia, arah dari pergerakan ini ialah membantu keperluan pasien, dan jadi jembatan pergerakan baik pada warga.

"Rantai kebaikan ini juga bukan sekedar menyinggung memberi makanan, tetapi adanya alat ini warga yang dapat atau mempunyai rejeki semakin dapat turut berdonasi. Jadi, kami lihat ini pekerjaan positif, karena itu kami benar-benar junjung," tutur dr Stephen.

Ia meneruskan, untuk yang ingin berdonasi langsung bisa menyimpan uang di mesin. Tetapi, jika Anda terhitung generasi cashless, mesin juga sediakan 'barcode' yang dapat di-scan. Dokter Stephen mengharap, rantai kebaikan ini selalu berjalan serta sesuai arah intinya, dapat menolong sebanyaknya orang.

Bila lihat lebih dekat, makanan gratis yang diberikan di mesin ini cukup komplet. Anda dapat lihat disana ada nasi, protein berbentuk daging ayam, sayuran, serta buah. Bagian komplet sesuai kecukupan gizi harian.

Tetapi, ingin tahu dengan jumlahnya kalori dari makanan yang disiapkan di FoodBOX itu. Menjawab rasa ingin tahu itu, Koordinator Gizi RS Evasari Jakarta Nurbaiti coba menjelaskan satu demi satu kalori dari menu yang diberikan.

"Jika saya lihat, satu bagian makanan yang diberikan dari Kitabisa ini kalorinya komplet. Ini telah memenuhi keperluan gizi makan siang orang biasanya," jelas wanita yang sering dipanggil Beti itu.

Ia coba merincikan kalori per menu makanan. Disana ada nasi 200 gr (800 kalori), protein hewaninya ialah semur ayam 70 gr (95 kalori), cah buncis jagung putren 100 gr (50 kalori), serta buahnya ialah jeruk utuh 50 gr (20 kalori). Jadi, keseluruhan prediksi kalorinya adalah 965 kalori.

Post a Comment

0 Comments