Pengalaman Pertama menaiki LRT


Senin, 11 Maret 2019 aku dan anakku sedang mencoba alat transportasi terbaru yang ada di Jakarta, yaitu LRT atau Light Rail Transit, Kereta Api Ringan.
LRT merupakan layanan transportasi penumpang yang beroperasi diatas rel ringan. Ringan dikatakan, diperuntukan bagi beban ringan dan gerakan cepat.

Bersama Kak Shinta, yang memandu perjalanan menaiki LRT.

Lokasi percobaan LRT pertama berada di daerah Kelapa Gading, tepatnya di depan Mal Kelapa Gading 1, atau disebut dengan stasiun Buolevard Utara.

Kalau sebelumnya yang sering lewat di daerah sana, selalu melihat kemacetan dan jalan yang rusak karena pembangunan LRT, sekarang sudah berpenampilan lebih rapih dan teratur.

Stasiun LRT sudah mulai rampung, dan sekarang LRT sedang dalam masa percobaan untuk masyarakat umum.


LRT disini mempunyai 6 stasiun pemberhentian, Stasiun Pegangsaan Dua, Stasiun Boulevard Utara, Stasiun Boulevard Selatan, Stasiun Pulomas, Stasiun Equestrian dan Stasiun Velodrome.
Stasiun pertama seharusnya ada di Pegangsaan Dua, karena belum selesai pembangunannya jadi kita mulai percobaannya dari kelapa gading di Stasiun Boulevard Utara.

Jika ingin mencoba LRT, syaratnya hanya memiliki kartu Jak Lingko atau sebelumnya disebut kartu Ok Trip, yaitu sistem integrasi transportasi publik di Jakarta.
Tunjukkan saja kartu Jak Lingko pada petugas, dan nanti akan diberikan kartu akses untuk memasuki stasiun LRT, dan tidak ada biaya apapun, kecuali jika yang belum mempunyai kartu tersebut bisa membeli disana seharga Rp.20.000 tanpa saldo, kartu tersebut dapat diisi ulang dan dapat digunakan untuk membayar transjakarta, LRT, commuterline, dan angkot yang berintegrasi, serta dapat untuk membayar tol.

Saat memasuki stasiun, kita diharuskan isi data penumpang, jika membawa anak juga harus ikut didata.
Petugas yang ada di stasiun berpenampilan rapih, hampir mirip seperti penampilan pramugari, wah.....keren ya.

Gate masuk Stasiun Boulevard Utara

Kereta pemberangkatan pertama untuk masa percobaan dimulai pukul 16.04WIB.
Jalur rel LRT

Karena kita mau menuju ke Stasiun Velodrome, kita diarahkan ke atas menggunakan eskalator menyeberangi rel untuk ke arah kereta sebaliknya.
Tidak menunggu lama, kereta pun datang.....
Untuk masa percobaan ini, kereta hanya disediakan 1 gerbong saja, yang dapat menampung 270 orang.




Suasana distasiun dan saat memasuki kereta hampir mirip seperti kereta transportasi di luar negeri.
Didalam kereta tersedia beberapa tempat duduk yang posisinya sama seperti di commuterline, ada beberapa kursi prioritas dibagian ujung-ujung gerbong. Suasana didalam kereta sangat nyaman, udaranya sejuk banget, areanya bersih dan rapih.

Perjalanan pun dimulai, kereta berhenti di setiap stasiun, namun pemberhentiannya tidak begitu lama, jadi jangan telat untuk masuk kereta.
Stasiun Equestrian didepan RS Columbia Asia

Kecepatan kereta berjalan sekitar 50km/jam, jadi diperkirakan memakan waktu sekitar 10menit untuk mencapai ke stasiun akhir. waktunya sangat efisien sekali, yang biasanya menggunakan transportasi lain bisa memakan waktu banyak.
Stasiun Velodrome

Sampai juga di stasiun akhir, yaitu Stasiun Velodrome, kita keluar sebentar untuk melihat suasana stasiun di Stasiun Velodrome yang berada di kawasan Rawamangun.
Suasananya hampir mirip disemua stasiun LRT.
Setelah ini, kita bersiap-siap kembali masuk ke kereta untuk kembali ke stasiun awal di Stasiun Boulevard Utara.
Perjalanan pulang pergi menggunakan LRT sangat cepat dan tidak memakan waktu lama, hampir tak terasa berada didalam kereta, perjalanan yang menyenangkan, anakku pun happy mengikuti perjalanan ini.

Sampai sudah kita kembali di Stasiun Boulevard Utara, dan berakhir juga perjalanan kita mencoba menaiki LRT.

Nantinya sistem pembayaran untuk naik LRT sama seperti naik Transjakarta, ada Tap In dan Tap Out. Untuk tarifnya masih belum ada informasi, karena memang belum ada keputusan dari pemerintah.
Untuk itu yuk....coba naik LRT dan masih gratis lho...


Kontak Penulis:
[email protected]
IG : @selvijua31
Twitter : @selvijua31

Post a Comment

0 Comments