Kelas Blog "Review Produk"

Beberapa waktu lalu, saya mengikuti kelas blog online dari whatsapp grup, dan berikut pemaparan dari yang sudah berpengalaman, berikut beberapa biodata narasumber :

  • Nama: April Hamsa
  • TTL: Surabaya, 4 April
  • Alamat: Cilebut, Jawa Barat
  • Blog: www.keluargahamsa.com
  • Medsos: 
  • IG: https://www.instagram.com/april.hamsa
  • Twitter: https://www.twitter.com/april_hamsa/
  • FB: https://www.facebook.com/aprillia.ekasari/

Dan berikut obrolan sharing dari chat whatsapp grup.
Silahkan disimak, dan semoga bermanfaat....

Apa itu review produk?
bisa dikatakan review produk itu:

✅Menjelaskan produk

✅Memberitahu jg kelebihan dan kekurangan

✅Kita pakai

Poin ketiga yg paling penting ya, soalnya gak bisa mereview kalau enggak pakai sendiri

Nah, lalu sebenarnya kenapa sih kita mau2nya mereview produk di blog kita?

Biasanya krn 3 alasan ini:

✅Memberi informasi
✅Memberitahu penilaiaan kita tentang produk tersebut
✅Promosi produk tersebut (jika review itu berbayar).

Tujuan review produk di blog:

Tujuan pertama, memberi informasi itu seperti misal kita tu suka pakai kosmetik tertentu, kemudian brand kosmetik itu mengeluarkan produk baru, kita dengan senang hati menginformasikan di blog kita

Tujuan kedua, misal kita memberitahu penilaian kita terhadap suatu produk, misal abis nyoba HP merk A ternyata kameranya bagus atau malah jelek, kita pengen org lain ikut menikmati jg "eh itu kameranya beneran bagus", atau kalau yang jelek kita mencoba memberi peringatan "jangan deh pakai merk A, ternyata kameranya gak bagus". Yg terakhir ini harapannya supaya gak ada org lain yg "keblusuk" gtu 😁

Tujuan ketiga, untuk membantu sebuah brand mempromosikan produknya. Outputnya tentu saja brand ini ingin kita membantu mereka meningkatkan penjualan.

Jadi enggak semua review produk di blog itu berbayar sih, ada juga yg gak ya. Tapi, emang gak bisa dipungkiri, blogger zaman now, banyak sih yang review produknya berbayar.

Kalau tidak berbayar ya sudah suka2 aja nulisnya enggak terlalu pakai rambu2, meski tentu aja ada batasannya. Dibahas nanti ya....

Ehhmmmm, terus langsung aja kali ya ke langkah2 dalam menulis suatu review produk

Langkah2 mereview produk:
✅Beri gambaran produk melalui foto/ video
✅Beri deskripsi sejelas mungkin
✅Beri informasi siapa pengguna produk tersebut
✅Beri bukti kalau kita benar2 pakai
✅Call to action

Pertama, tentu saja, supaya org tahu produk apa sih yang sedang kita bicarakan, kita kasi foto atau bahkan video, ini lho produk yang mau saya jelaskan. Kalau bisa foto dan video yg sejelas mungkin.
truuusss penting, jangan ambil foto org lain

Kedua, beri deskripsi produk sejelas mungkin. Misal kalau barang ya jelaskan ini bentuknya kotak, bulat, dimensi, isinya brp liter, berat brp, warna apa

Ketiga jangan lupa beritahu itu produk buat siapa
buat bayi, buat perempuan, buat anak2, dewasa dll
oh ya sorry, mundur dikit ke poin ini lagi yaaaa
Tadi disebut kita memberitau kelebihan dan kekurangan itu termasuk di bagian ini

Keempat, kita harus bisa memberi bukti/ meyakinkan pembaca blog kalau kita benar2 user
User produk tersebut

Jadi, mengapa brand kok skrng suka pakai blogger juga buat promo produk mereka? Sebab, org2 di luar sana lbh suka/ percaya kalau sesama org yg gk ada kaitannya dgn brand yg mengulas.
Org cenderung percaya kepada "apa kata sesama user"
ketimbang iklan yang udah pasti bilang "kecapnya selalu no 1"
Cara membuktikan bisa dengan kita tunjukkan foto2 kita dgn produk itu
misal kalau kosmetik ya kita pakai produknya

skincare kita tunjukkan kita pakai produknya (foto, video), nah kalau contoh ini keliatan jelas kan? Kita bisa foto misal kulit sebelum dan sesudah pakai skincare itu
contoh lain makanan, kita foto lagi makan makanan itu, dll

Terakhir, call to action. Abis pamerin produk, mengulas produk, kita lalu menyarankan pembaca blog kita pakai produk itu (kebanyakan yg seperti ini berbayar yaaa)

Oh iya, tentang penulisan review produk itu sendiri, saya suka membedakannya jadi dua:
 Hard selling dan soft selling

Kalau ini review berbayar, ya tergantung permintaan klien sih
maunya yg hard atau soft
Perbedaannya saya beri di bbrp ciri2 berikut  ya:

Hard Selling
✅Biasanya di judul udah nyebut nama produknya
✅Dari mulai paragraf pertama sampai terakhir nyebut2 bahkan muji2 produknya
✅Langsung menyuruh beli/ coba


Soft Selling
✅Judul gak keliatan kalau itu jualan
✅Kita cerita dulu, membawa pmbaca larut
✅Ending2nya promo produk atau di dalam artikel itu pembacanya enggak nyadar kalau dipromoin produk

Ini beberapa contoh artikel yang Hard selling:

https://keluargahamsa.com/membeli-sour-sally-pakai-voucher-bambideal/ (sayang bambideal udah almarhuim)
https://keluargahamsa.com/pengalaman-cetak-album-foto-photobook-online-di-id-photobook/
https://keluargahamsa.com/review-sun-protection-erha-helios-daily-dan-produk-erha-apothecary/
https://keluargahamsa.com/review-poppy-dharsono-liquefied-matte-lip-color/
https://keluargahamsa.com/sewa-apartemen-melalui-travelio/

Kalau bbrp artikel yg soft selling kayak:
https://keluargahamsa.com/mata-belekan/
https://keluargahamsa.com/cara-mengobati-luka-bakar-karena-kena-minyak-goreng-panas/
https://keluargahamsa.com/cara-pijat-bayi-sendiri-di-rumah/

Nah, biasanya, org tu lbh suka baca yang soft selling
Pernah pengalaman waktu itu saya review krim ruam baby
saya sebut brandnya di judul, PV-nya gak terlalu bagus
begitu saya ubah judulnya jd Tips Mengatasi Ruam Popok, PV-nya lbh baik
penilaian saya begitu yaaaa...

Jadi saran kalau misalnya ada review produk berbayar, nanya dulu ke brandnya, boleh gak soft selling aja

 Krn ada beberapa brand yg ingin  brandnya disebut langsung supaya dikenali.
Trus, balik lagi soal membahas kelebihan dan kekurangan. Kalau kelebihan kyknya jelas ya, apalagi berbayar, wajib ditulis, tapiiiii jangan lebay hehe
tulis yg wajar2 aja sesuai pengalaman

Yang agak susah adalah apabila ada kekurangan.

Bagaimana jika ada kekurangan produk?

Biasanya yg sudah2 dilakukan begini:
✅Kalau pihak brand mengizinkan sampaikan dengan santun di tulisan
✅Jika tidak mengizinkan maka beritahu kekurangannya langsung ke brand

contoh nomor satu:
Produk es krim ini enak, namun sepertinya lebih enak lagi kalau toppingnya ditambah coklat lagi.

Enggak langsung bilang: Duh, penjual es krim ini pelit banget kasi topping


Seperti itu deh..

 Ingat!!!
Jangan membandingkan dengan produk lain apalagi sampai menyebut merk lain secara terang2an
Jaga hubungan baik dengan brand (cara: baca brief baik2, mereka minta apa kita jg bisa kasi saran atau tawarin mau gak ditulis begini begitu, dll)
Itulah sebabnya, disarankan kasi label utk tulisan berbayar
misal tag "advertorial"
kasih halaman disclosure di blog utk menjelaskan label itu

contoh disclosuere ini:  https://keluargahamsa.com/disclosure/

Oh iyaaaaa, ada brand juga yang agak2 ngeselin gak mau dilabelin "advertorial"
 akhirnya kalau saya ngakalinnya pakai tag "product review"
dan saya sebut di halaman disclosure itu

Jd pembaca kita tahu, oooo kalau kita nulis itu produk seperti ga ada cacat itu berbayar.

Sesi tanya jawab :
1. Meili - saya kesulitan memilih judul yang pas dengan isi tulisan,  gmn biar bisa runut/rinci dan sesuai dgn apa yg kita Review?

   Jawaban :

Mbak Meilia, kalau menurut saya judulnya cukup misal "Review Wardah BB Lightening Cake Powder" udh cukup sih mbak. Permalinknya udah bener. Sesuaikan dengan itu aja.
Judul "Review Wardah BB Lightening Cake Powder" simple tapi biasanya lbh banyak dicari org pakai long keyword seperti itu, jd org lbh mudah menemukannya.
Trus kan mbak udah pakai, maka PD aja, anggap aja mbak lebih tahu produk itu dari siapapun (pembaca mbak yang belum tahu).
Nah apalagi suka produknya, maka mbak pasti tahu dan kenal produknya, hehe
kebetulan saya bukan beauty blogger, tapi kalau kata teman2 yg beauty blogger, org yg butuh info kosmetik itu biasanya pengen tahu produknya buat apa, bagus apa gak, ma harga dan belinya dmn. Makanya kebanyakan blog yg niche beauty lbh banyak foto gtu.
Namun, ada beberapa juga yang reviewnya dipanjang2in, dengan tujuan supaya gak jauh2 dr halaman pertama google (itu masuk ke materi SEO hehe)

2. Dita - Gimana caranya ngomong, kalau produknya jelek/ga sesuai ekspektasi, tapi ttp santun, Ga menyinggung atau ga terkesan jelek2in.

    Jawaban : 

Td di atas kyknya udah sepintas dibahas
Bisa juga kita tulis: "Seandainya produk ini ada ininya, pasti lebih baik nih"
Tapi kalau berbayar tanyakan dulu ke brandnya, boleh kasi sran dan kritik gak
Kalau gak ya balik lagi, kasi tau lansgung ke brand
kekurangannya apa
soalnya ada brand yg maunya harus ditulis positif semua gitu.

3. Amel - Bagaimana nih, kalo misal kita udah coba produk dan review dan udah di share di blog, tapi kelamaan ternyata malah ga cocok, apa harus d rewrite ulasannya atau saran mba april sebaikny gimana? Khususnya produk beauty nih.


    Jawaban : 

Well kalau saya pribadi pilihannya edit tulisan lawasnya, jd enggak bikin tulisan baru sih Ibuk Amel...
Soalnya tulisan lawas itu udah dicatat sama search engine, yg pastinya udah banyak dicari bahkan dibaca org, jd edit ada di situ langsung.

Post a Comment

0 Comments